{"id":2614,"date":"2024-11-06T10:49:29","date_gmt":"2024-11-06T02:49:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/?p=2614"},"modified":"2024-11-06T11:20:02","modified_gmt":"2024-11-06T03:20:02","slug":"application-of-24-bit-analog-to-digital-converter-ssp1220-in-monocrystalline-silicon-differential-pressure-sensor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/id\/application-of-24-bit-analog-to-digital-converter-ssp1220-in-monocrystalline-silicon-differential-pressure-sensor\/","title":{"rendered":"Penerapan konverter analog-ke-digital 24-bit SSP1220 pada sensor tekanan diferensial silikon monokristalin"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Pengantar sensor tekanan diferensial<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sensor tekanan diferensial adalah jenis sensor yang banyak digunakan dalam bidang teknik, industri, dan sains untuk mengukur perbedaan antara dua tekanan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2615 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72471-221x300.png\" alt=\"\" width=\"221\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72471-221x300.png 221w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72471-9x12.png 9w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72471.png 233w\" sizes=\"(max-width: 221px) 100vw, 221px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">(Sensor tekanan)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Prinsip kerjanya didasarkan pada hubungan antara tekanan dan tekanan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sensor tekanan diferensial biasanya terdiri dari dua saluran input yang terhubung ke media yang diukur untuk mengukur tekanan di dua lokasi berbeda dalam media yang diukur. Kedua saluran dapat dipisahkan, atau dapat dihubungkan dengan membran atau pipa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila tekanan dalam medium yang diukur berbeda, tekanan dalam kedua saluran juga akan berbeda. Sensor tekanan diferensial mengukur perbedaan tekanan dalam dua saluran dan mengubahnya menjadi output listrik yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sensor tekanan diferensial yang umum digunakan adalah sensor piezoelektrik berdasarkan efek piezoelektrik dan sensor resistansi berdasarkan efek resistansi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sensor tekanan diferensial piezoelektrik memanfaatkan sifat bahan piezoelektrik, yang menghasilkan muatan listrik ketika tekanan diterapkan ke media yang diukur. Setelah penguatan dan konversi, sinyal muatan ini dapat digunakan sebagai sinyal output sensor tekanan diferensial.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sensor tekanan diferensial resistif menggunakan perubahan resistansi untuk mengukur tekanan diferensial. Salah satu sensor tekanan diferensial resistif yang umum didasarkan pada struktur film logam. Ketika tekanan diterapkan ke media yang diukur, film logam akan berubah bentuk, dan kemudian mengubah nilai resistansi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan mengukur perubahan nilai resistansi, sinyal output dari sensor tekanan diferensial dapat diperoleh. Sensor tekanan diferensial biasanya memiliki presisi tinggi, respons cepat, dan rentang pengukuran yang luas. Mereka dapat digunakan secara luas dalam pengukuran perbedaan tekanan gas, cairan dan padat, seperti pengukuran tekanan meteorologi, pengukuran level cairan, pengukuran kecepatan angin, dll.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dalam industri suhu rendah, sensor tekanan diferensial dapat digunakan sebagai pendeteksi level cairan dalam tangki penyimpanan, seperti yang ditunjukkan pada gambar di sebelah kanan, yang mengarahkan saluran ke fase cair sensor di bagian bawah tangki, dan kemudian mengarahkan tabung ke fase gas di bagian atas, sesuai dengan rumus tekanan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2616 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72472-300x172.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"172\" srcset=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72472-300x172.png 300w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72472-18x10.png 18w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72472.png 314w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>p = \u03c1gh<\/strong><strong>\u0394p = Pa-Pb= \u0394h\u03c1g,<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan cara ini, tinggi H dapat dihitung dari densitas, atau dikonversi ke kolom milimeter air yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengambil produk pabrikan X sebagai contoh, rangkaian yang digunakan di dalamnya adalah rangkaian jembatan resistansi, dan kisaran tegangan outputnya adalah 60-160mv, kisaran yang sesuai adalah 0-20Kpa, dan setiap PASCAL sesuai dengan 5\u03bcV.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diagram pengkabelan adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2617 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72473.png\" alt=\"\" width=\"247\" height=\"188\" srcset=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72473.png 247w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72473-16x12.png 16w\" sizes=\"(max-width: 247px) 100vw, 247px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">(Diagram kabel)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sini, kami menggunakan ADC 24-bit SSP1220 untuk mengumpulkan data voltase, dan kemudian mengonversinya ke level cairan yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengantar ke SSP1220<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">SSP1220 adalah konverter analog-ke-digital 24-bit presisi yang dikembangkan dan dirancang oleh Siproin Microelectronics. Ini memiliki fitur-fitur berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dua input diferensial atau empat input ujung tunggal,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penguat penguatan yang dapat diprogram (PGA) dengan derau rendah,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dua sumber arus eksitasi yang dapat diprogram,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Referensi tegangan, sebuah osilator,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sakelar sisi rendah dan sensor suhu yang presisi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">SSP1220 mampu melakukan konversi pada kecepatan data sampling hingga 2k SPS dan stabil dalam satu siklus. Untuk aplikasi industri di lingkungan yang bising, filter digital menyediakan penolakan 50Hz dan 60Hz pada frekuensi sampling 20SPS.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">PGA internal menawarkan penguatan hingga 128V\/V. Hal ini membuat SSP1220 ideal untuk aplikasi pengukuran sinyal sensor kecil seperti detektor suhu resistif (RTDS), termokopel, termistor, dan sensor jembatan resistif. SSP1220 mendukung pengukuran sinyal diferensial semu atau diferensial penuh saat menggunakan PGA, dan juga dapat dikonfigurasi untuk menonaktifkan PGA internal, beroperasi dalam mode siklus kerja dengan PGA yang dinonaktifkan dengan konsumsi daya serendah 120\u00b5A.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Paket SSP1220 Thin Small Form Factor (TSSOP) -16 dinilai untuk kisaran suhu pengoperasian dari -40\u00b0C hingga +125\u00b0C.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2619 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72474.png\" alt=\"\" width=\"283\" height=\"186\" srcset=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72474.png 283w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72474-18x12.png 18w\" sizes=\"(max-width: 283px) 100vw, 283px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">(Diagram pin SP1220)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">SSP1220 berkomunikasi dengan pengontrol melalui SPI. Pengontrol bekerja dalam mode aktif dan chip bekerja dalam mode slave. SSP1220 hanya bekerja dalam mode 1, yaitu, CPOL diatur ke 0 dan CPHA diatur ke 1. <strong>(Mode lain tidak didukung)<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam mode SPI 1, SCLK tetap rendah dalam kondisi siaga dan data dikirim atau diubah hanya pada tepi naik SCLK. Perangkat master dan perangkat slave mengunci atau membaca data pada tepi jatuh SCLK. Persyaratan pengaturan waktu SPI adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2620 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72475-300x94.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"94\" srcset=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72475-300x94.png 300w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72475-18x6.png 18w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72475.png 554w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">(Persyaratan Pengaturan Waktu Antarmuka Serial)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Desain sirkuit referensi<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. sistem catu daya, tegangan input 3,6-5,5V, di sini menggunakan LDO langsung step-down ke 3V, tegangan referensi eksternal 2,5V.<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2621 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72476-300x233.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"233\" srcset=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72476-300x233.png 300w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72476-15x12.png 15w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72476.png 353w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">(Diagram sistem catu daya)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Sirkuit pengambilan sampel SSP1220<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2622 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72477-300x115.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"115\" srcset=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72477-300x115.png 300w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72477-18x7.png 18w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72477.png 554w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">(Diagram pengambilan sampel SSP1220)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2623 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72473-1.png\" alt=\"\" width=\"247\" height=\"188\" srcset=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72473-1.png 247w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72473-1-16x12.png 16w\" sizes=\"(max-width: 247px) 100vw, 247px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">(Diagram kabel)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">V+ terhubung ke lengan jembatan atas B+;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">V- ke lengan jembatan bawah B-;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">S+ dihubungkan ke input diferensial high end;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">S- terhubung ke ujung bawah input diferensial;<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>3.<\/strong><strong>MCU dan sirkuit 485, kami mengubah data menjadi 485 output<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2624 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72478-300x198.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"198\" srcset=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72478-300x198.png 300w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72478-18x12.png 18w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72478.png 554w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">\uff08Diagram sirkuit 485\uff09<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>4.<\/strong><strong>Data uji aktual<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diuji dalam praktik:: Teruji dalam praktik<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr style=\"height: 92px;\">\n<td style=\"width: 21.3094%; text-align: center; background-color: #3399ff; height: 92px;\" width=\"170\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Nilai tekanan diferensial<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>(Kpa)<\/strong><\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; background-color: #3399ff; height: 92px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Nilai tegangan<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>(\u03bcV)<\/strong><\/span><\/td>\n<td style=\"width: 13.4788%; text-align: center; background-color: #3399ff; height: 92px;\" width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Nilai yang diukur <\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>(\u03bcV)<\/strong><\/span><\/td>\n<td style=\"width: 20.2824%; text-align: center; background-color: #3399ff; height: 92px;\" width=\"161\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Nilai tekanan diferensial<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>(Kpa)<\/strong><\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; background-color: #3399ff; height: 92px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Nilai tegangan<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>(\u03bcV)<\/strong><\/span><\/td>\n<td style=\"width: 67.5225%; text-align: center; background-color: #3399ff; height: 92px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Nilai yang diukur <\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>(\u03bcV)<\/strong><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px;\">\n<td style=\"width: 21.3094%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"170\"><span style=\"color: #000000;\">0<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">60000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 13.4788%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">61130<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 20.2824%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"161\"><span style=\"color: #000000;\">10<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">110000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 67.5225%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">111142<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px;\">\n<td style=\"width: 21.3094%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"170\"><span style=\"color: #000000;\">1<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">65000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 13.4788%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">66140<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 20.2824%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"161\"><span style=\"color: #000000;\">11<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">115000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 67.5225%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">116151<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px;\">\n<td style=\"width: 21.3094%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"170\"><span style=\"color: #000000;\">2<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">70000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 13.4788%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">71127<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 20.2824%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"161\"><span style=\"color: #000000;\">12<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">120000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 67.5225%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">121158<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px;\">\n<td style=\"width: 21.3094%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"170\"><span style=\"color: #000000;\">3<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">75000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 13.4788%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">76142<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 20.2824%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"161\"><span style=\"color: #000000;\">13<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">125000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 67.5225%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">126149<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px;\">\n<td style=\"width: 21.3094%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"170\"><span style=\"color: #000000;\">4<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">80000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 13.4788%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">81143<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 20.2824%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"161\"><span style=\"color: #000000;\">14<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">130000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 67.5225%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">131161<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px;\">\n<td style=\"width: 21.3094%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"170\"><span style=\"color: #000000;\">5<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">85000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 13.4788%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">86144<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 20.2824%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"161\"><span style=\"color: #000000;\">15<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">135000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 67.5225%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">136149<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px;\">\n<td style=\"width: 21.3094%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"170\"><span style=\"color: #000000;\">6<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">90000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 13.4788%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">91137<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 20.2824%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"161\"><span style=\"color: #000000;\">16<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">140000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 67.5225%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">141175<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px;\">\n<td style=\"width: 21.3094%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"170\"><span style=\"color: #000000;\">7<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">95000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 13.4788%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">96131<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 20.2824%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"161\"><span style=\"color: #000000;\">17<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">145000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 67.5225%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">146162<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px;\">\n<td style=\"width: 21.3094%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"170\"><span style=\"color: #000000;\">8<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">100000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 13.4788%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">101139<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 20.2824%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"161\"><span style=\"color: #000000;\">18<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">150000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 67.5225%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">151151<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px;\">\n<td style=\"width: 21.3094%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"170\"><span style=\"color: #000000;\">9<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">105000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 13.4788%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"104\"><span style=\"color: #000000;\">106128<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 20.2824%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"161\"><span style=\"color: #000000;\">19<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 14.249%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">155000<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 67.5225%; text-align: center; height: 52px;\" width=\"113\"><span style=\"color: #000000;\">156152<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk mencapai akurasi terbaik, kami menggunakan laju minimum pengambilan sampel 20SPS, Anda dapat melihat fluktuasi sekitar 10\u03bcV pada posisi 100\u03bcV, sebenarnya sudah dapat memenuhi persyaratan akurasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2625 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72479-300x221.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"221\" srcset=\"https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72479-300x221.png 300w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72479-16x12.png 16w, https:\/\/www.siproin-ic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/\u56fe\u72479.png 401w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SSP1220 adalah konverter analog-ke-digital 24-bit presisi yang dikembangkan dan dirancang oleh Siproin Microelectronics. SSP1220 mampu melakukan konversi pada kecepatan data sampling hingga 2k SPS dan stabil dalam satu siklus. Untuk aplikasi industri di lingkungan yang bising, filter digital menyediakan penolakan 50Hz dan 60Hz pada frekuensi pengambilan sampel 20SPS.<\/p>","protected":false},"author":8,"featured_media":2618,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[62],"tags":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2614"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2614\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.siproin-ic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}